Minggu, 07 Februari 2016

Evolusi


Kali ini kita akan membahas tentang teori evolusi. Nggak lengkap dong kalo kita ngebahas dinosaurus tanpa membahas teori yang kontroversial ini karena teori ini sangat berhubungan dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada zaman jura itu.
Yang pertama kita bahas adalah teori evolusi dari Charles Robert Darwin teori yang sering dikenal dengan teori yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera ini termasuk teori yang paling terkenal. Tapi, mari kita luruskan tentang teori ini sebab pada kenyataannya Darwin hanya menyatakan bahwa:
1.      Bahwa makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari makhluk hidup pada masa dulu.
2.      Evolusi terjadi melalui Seleksi Alam (Natural Selections)
Berawal dari pengamatannya, pemikiran Darwin mengenal adanya variasi mulai berkembang. Darwin kemudian memperoleh ide tentang evolusi yang didasarkan atas pokok-pokok pikirannya, yaitu :
·         Makhluk hidup bervariasi dan beberapa variasi sifatnya dapat diturunkan. Tidak ada dua individu yang sama persis dalam suatu spesies (kecuali kembar identik).
·         Setiap populasi cenderung bertambah banyak, karena setiap makhluk hidup mampu berkembang biak. Untuk berkembang biak perlu adanya makanan yang cukup. Dan jumlah individu yang dilahirkan lebih banyak daripada yang dapat bertahan hidup.
·         Kenyataan menunjukkan bahwa pertambahan populasi tidak berjalan terus-menerus.
·         Individu-individu berkompetisi untuk memperoleh sumber daya agar mampu bertahan hidup.
·         Sifat-sifat yang diwariskan milik beberapa individu membuat mereka dapat bertahan hidup dan bereproduksi pada keadaan lingkungan tertentu.
·         Akibat dari seleksi lingkungan tersebut, hanya individu yang adaptif terhadap lingkungan yang dapat hidup dan menurunkan sifat adaptif tersebut. Seleksi alam akhirnya akan mengubah sifat dalam populasi, bahkan menghasilkan spesies baru.
Nah, sekarang jelas kan? Darwin tidak pernah menyebutkan manusia dari kera tapi, dari teori tersebut ada kemungkinan bahwa manusia berasal dari nenek moyang yang sama dengan kera. Hal ini dianggap cukup masuk akal mengingat persamaan DNA manusia dengan simpanse sebanyak 98%.
Yang kedua teori Lammark. Berbeda dari teori Charles Darwin yang mengedepankan binatang yang adaptif adalah yang tetap bisa bertahan hidup, Jean Baptise de Lammark berpendapat bahwa lingkungan mengharuskan spesies-spesies tertentu untuk beradaptasi, kemudian spesies-spesies tersebut saling kawin dan menghasilkan spesies yang adaptif. Biar gak ribet mari kita lihat teori Lammark yaitu:
1.      Lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri dan sifat-sifat yang diwariskan  melalui proses adaptasi lingkungan.
2.      Ciri dan sifat yang terbentuk akan diwariskan kepada keturunannya.
3.      Organ yang sering digunakan akan berkembang dan tumbuh membesar, sedangkan organ yang tidak digunakan akan mengalami pemendekan atau penyusutan, bahkan akan menghilang.
Masih bingung? Biar saya jelaskan contohnya yaitu dari jerapah. Darwin berpendapat bahwa nenek moyang jerapah ini sebenarnya ada yang berleher panjang da nada pulayang berleher pendek. Karena suatu keadaan dimana sumber makanan di tempat yang terjangkau oleh si jerapah pendek habis maka terjadilah seleksi alam yang menyebabkan jerapah leher pendek punah sedang jerapah leher panjang seperti yang kita ketahui masih sehat walafiat di suaka masing-masing.
Lalu bagaimana dengan teori Lammark? Nah, menurut Lammark nenek moyang jerapah itu leherpendek semua, lalu karena kehabisan makanan para jerapah leher pendek ini berusaha menjangkau makanan di tempat yang tinggi dan jadilah mereka berleher panjang. Lalu, para jerapah yang sudah  berleher panjang ini menurunkan sifat leher panjang mereka ke anak cucu cicitnya sampai kepada keturunan yang bisa kita lihat saat ini. Sekarang tahu kan bedanya?
Teori ketiga milik August Weismann. Teori  ini sebenarnya lebih kepada menjelaskan teori Darwin soalnya, Weismann menyatakan bahwa sel-sel tubuh tidak akan dipengaruhi oleh lingkungan hal ini ia buktikan dengan mengawinkan dua ekor tikus yang ekornya telah dipotong sampai 21 generasi dan ternyata keturunan tikus-tikus tersebut semuanya punya ekor.
Sebenarnya masih banyak teori evolusi yang dikembangkan sebelum ketiga ahli diatas missal dari Aristoteles, Empedoclas,Lyell, Malthus, dll. Tapi biasanya yang paling sering dibahas adalah tiga teori diatas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar