Kali
ini kita akan membahas tentang teori evolusi. Nggak lengkap dong kalo kita
ngebahas dinosaurus tanpa membahas teori yang kontroversial ini karena teori
ini sangat berhubungan dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada
zaman jura itu.
Yang
pertama kita bahas adalah teori evolusi dari Charles Robert Darwin teori yang
sering dikenal dengan teori yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera ini
termasuk teori yang paling terkenal. Tapi, mari kita luruskan tentang teori ini
sebab pada kenyataannya Darwin hanya menyatakan bahwa:
1. Bahwa makhluk hidup
yang ada sekarang berasal dari makhluk hidup pada masa dulu.
2. Evolusi terjadi
melalui Seleksi Alam (Natural Selections)
Berawal dari pengamatannya, pemikiran Darwin mengenal adanya variasi mulai berkembang. Darwin kemudian memperoleh ide tentang evolusi yang didasarkan atas pokok-pokok pikirannya, yaitu :
Berawal dari pengamatannya, pemikiran Darwin mengenal adanya variasi mulai berkembang. Darwin kemudian memperoleh ide tentang evolusi yang didasarkan atas pokok-pokok pikirannya, yaitu :
·
Makhluk hidup bervariasi dan beberapa variasi sifatnya dapat diturunkan.
Tidak ada dua individu yang sama persis dalam suatu spesies (kecuali kembar
identik).
·
Setiap populasi cenderung bertambah banyak, karena setiap makhluk hidup
mampu berkembang biak. Untuk berkembang biak perlu adanya makanan yang cukup.
Dan jumlah individu yang dilahirkan lebih banyak daripada yang dapat bertahan
hidup.
·
Kenyataan menunjukkan bahwa pertambahan populasi tidak berjalan
terus-menerus.
·
Individu-individu berkompetisi untuk memperoleh sumber daya agar mampu
bertahan hidup.
·
Sifat-sifat yang diwariskan milik beberapa individu membuat mereka dapat
bertahan hidup dan bereproduksi pada keadaan lingkungan tertentu.
·
Akibat
dari seleksi lingkungan tersebut, hanya individu yang adaptif terhadap
lingkungan yang dapat hidup dan menurunkan sifat adaptif tersebut. Seleksi alam
akhirnya akan mengubah sifat dalam populasi, bahkan menghasilkan spesies baru.
Nah, sekarang jelas kan? Darwin tidak pernah
menyebutkan manusia dari kera tapi, dari teori tersebut ada kemungkinan bahwa
manusia berasal dari nenek moyang yang sama dengan kera. Hal ini dianggap cukup
masuk akal mengingat persamaan DNA manusia dengan simpanse sebanyak 98%.
Yang kedua teori Lammark. Berbeda dari teori
Charles Darwin yang mengedepankan binatang yang adaptif adalah yang tetap bisa
bertahan hidup, Jean Baptise de Lammark berpendapat bahwa lingkungan
mengharuskan spesies-spesies tertentu untuk beradaptasi, kemudian spesies-spesies
tersebut saling kawin dan menghasilkan spesies yang adaptif. Biar gak ribet
mari kita lihat teori Lammark yaitu:
1. Lingkungan mempunyai pengaruh pada
ciri-ciri dan sifat-sifat yang diwariskan melalui proses adaptasi
lingkungan.
2. Ciri dan sifat yang terbentuk akan
diwariskan kepada keturunannya.
3. Organ yang sering digunakan akan
berkembang dan tumbuh membesar, sedangkan organ yang tidak digunakan akan
mengalami pemendekan atau penyusutan, bahkan akan menghilang.
Masih bingung? Biar saya jelaskan contohnya
yaitu dari jerapah. Darwin berpendapat bahwa nenek moyang jerapah ini
sebenarnya ada yang berleher panjang da nada pulayang berleher pendek. Karena
suatu keadaan dimana sumber makanan di tempat yang terjangkau oleh si jerapah
pendek habis maka terjadilah seleksi alam yang menyebabkan jerapah leher pendek
punah sedang jerapah leher panjang seperti yang kita ketahui masih sehat
walafiat di suaka masing-masing.
Lalu bagaimana dengan teori Lammark? Nah,
menurut Lammark nenek moyang jerapah itu leherpendek semua, lalu karena
kehabisan makanan para jerapah leher pendek ini berusaha menjangkau makanan di
tempat yang tinggi dan jadilah mereka berleher panjang. Lalu, para jerapah yang
sudah berleher panjang ini menurunkan
sifat leher panjang mereka ke anak cucu cicitnya sampai kepada keturunan yang
bisa kita lihat saat ini. Sekarang tahu kan bedanya?
Teori ketiga milik August Weismann. Teori ini sebenarnya lebih kepada menjelaskan teori
Darwin soalnya, Weismann menyatakan bahwa sel-sel tubuh tidak akan dipengaruhi
oleh lingkungan hal ini ia buktikan dengan mengawinkan dua ekor tikus yang
ekornya telah dipotong sampai 21 generasi dan ternyata keturunan tikus-tikus
tersebut semuanya punya ekor.
Sebenarnya
masih banyak teori evolusi yang dikembangkan sebelum ketiga ahli diatas missal
dari Aristoteles, Empedoclas,Lyell, Malthus, dll. Tapi biasanya yang paling
sering dibahas adalah tiga teori diatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar