A. Teori penciptaan (Special Creation)
Teori
ini menyatakan bahwa makhuk hidup diciptakan oleh Tuhan seperti apa adanya.
B. Teori evolusi kimia
Teori
ini pertama diajukan oleh Oparin dan Haldane. Mereka mengajukan hipotesis bahwa
atmosfer bumi pada zaman purba dapat menyintesus molekul organic dan molekul
anorganik purba seperti metana(CH4), ammonia(NH3) dan
air(H2O) dengan bantuan energi yang ada pada saat itu seperti
energy panas bumi, sinar matahari, sinar ultraviolet, sinar kosmis maupun
loncatan petir. Kemudian, hipotesis ini dibuktikan Stanley Miller dan muridnya,
Harold Urey dalam sebuah percobaan. Dalampercobaan tersebut zat-zat anorganik
purba seperti air, metana, ammonia, hydrogen dan sianida diletakkan ke dalam
tabung steril. Selanjutnya, tabung steril tersebut diberi loncatan listrik
sebagai pengganti energy alam(halilintar dan sinar kosmis). Hasilnya, terbentuk
asam amino, asam lemak, beberapa jenis gula monomer, purin, pirimidin, bahkan
ATP dimana senyawa-senyawa tersebut merupakan senyawa-senyawa dasar penyusun
sel hidup.akan tetapi Miller dan Urey belum bisa menjelaskan proses munculnya
sel hidup pertama.
C. Evolusi Biologi
Teori ini merupakan teori kelanjutan dari teori evolusi kimia teori ini menyatakan bahwa senyawa-senyawa hasil evolusi kimia akan bergabung membentuk makromolekul. Teori ini dibuktikan oleh Sidney W. Fox melalui eksperimennya yaitu dengan memanaskan hasil dari evolusi kimia dengan melalui proses polimerisasi sehingga membentuk makromolekul-makromolekul yang disebut protenoid. Protenoid yang dicampur oleh air dingin akan membentuk kumpulan protenoid yang disebut mikrosfer. Mikrosfer ini memiliki membrane selektif permeable sehingga mikosfer mampu menyusut dan mengembang secara osmosis ketika diletakkan dalam larutan garam dengan kadar garam yang berbeda.
Teori ini merupakan teori kelanjutan dari teori evolusi kimia teori ini menyatakan bahwa senyawa-senyawa hasil evolusi kimia akan bergabung membentuk makromolekul. Teori ini dibuktikan oleh Sidney W. Fox melalui eksperimennya yaitu dengan memanaskan hasil dari evolusi kimia dengan melalui proses polimerisasi sehingga membentuk makromolekul-makromolekul yang disebut protenoid. Protenoid yang dicampur oleh air dingin akan membentuk kumpulan protenoid yang disebut mikrosfer. Mikrosfer ini memiliki membrane selektif permeable sehingga mikosfer mampu menyusut dan mengembang secara osmosis ketika diletakkan dalam larutan garam dengan kadar garam yang berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar