Minggu, 07 Februari 2016

Asal Usul Kehidupan (bag. 2)





A.      Teori penciptaan (Special Creation)
Teori ini menyatakan bahwa makhuk hidup diciptakan oleh Tuhan seperti apa adanya.
B.      Teori evolusi kimia
Teori ini pertama diajukan oleh Oparin dan Haldane. Mereka mengajukan hipotesis bahwa atmosfer bumi pada zaman purba dapat menyintesus molekul organic dan molekul anorganik purba seperti metana(CH4), ammonia(NH3) dan air(H­2O) dengan bantuan energi yang ada pada saat itu seperti energy panas bumi, sinar matahari, sinar ultraviolet, sinar kosmis maupun loncatan petir. Kemudian, hipotesis ini dibuktikan Stanley Miller dan muridnya, Harold Urey dalam sebuah percobaan. Dalampercobaan tersebut zat-zat anorganik purba seperti air, metana, ammonia, hydrogen dan sianida diletakkan ke dalam tabung steril. Selanjutnya, tabung steril tersebut diberi loncatan listrik sebagai pengganti energy alam(halilintar dan sinar kosmis). Hasilnya, terbentuk asam amino, asam lemak, beberapa jenis gula monomer, purin, pirimidin, bahkan ATP dimana senyawa-senyawa tersebut merupakan senyawa-senyawa dasar penyusun sel hidup.akan tetapi Miller dan Urey belum bisa menjelaskan proses munculnya sel hidup pertama.
C.      Evolusi Biologi 
    Teori ini merupakan teori kelanjutan dari teori evolusi kimia teori ini menyatakan bahwa senyawa-senyawa hasil evolusi kimia akan bergabung membentuk makromolekul. Teori ini dibuktikan oleh Sidney W. Fox melalui eksperimennya yaitu dengan memanaskan hasil dari evolusi kimia dengan melalui proses polimerisasi sehingga membentuk makromolekul-makromolekul yang disebut protenoid. Protenoid yang dicampur oleh air dingin  akan membentuk kumpulan protenoid yang disebut mikrosfer. Mikrosfer ini memiliki membrane selektif permeable sehingga mikosfer mampu menyusut dan mengembang secara osmosis ketika diletakkan dalam larutan garam dengan kadar garam yang berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar